Selasa, 16 November 2010

tsunami

Tsunami
T S U N A M I !
KISAH TENTANG KEMANDIRIAN MASYARAKAT
SAAT MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI
Dibuat dan Diterbitkan Oleh Yayasan IDEP
Untuk Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat
Tsunami
Buku cerita ini adalah bagian dari Panduan Umum
Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM)
Tentang tujuan PBBM ini
Selama ini, tindakan dalam usaha penanggulangan bencana
dilakukan oleh pemerintah yang pelaksanaannya kemudian
dilakukan bersama antara pemerintah daerah dengan
organisasi-organisasi yang terkait dan masyarakat yang
tertimpa bencana. Pada saat menghadapi bencana, masyarakat
yang belum mampu untuk menanganinya sendiri harus menunggu
bantuan yang kadang-kadang tidak segera datang.
Perlu disadari bahwa detik-detik pertama saat bencana terjadi adalah saat yang
sangat penting dalam usaha mengurangi dampak bencana yang lebih besar.
Didasari pemikiran tersebut dan sejalan dengan program pengembangan masyarakat
yang mandiri, masyarakat sendiri perlu mengetahui secara menyeluruh semua upaya
tindakan penanggulangan bencana supaya bisa segera mengambil tindakan yang tepat
pada waktu bencana terjadi. Buku ini lebih menekankan tindakan-tindakan persiapan
dalam usaha mencegah kemungkinan bencana dan mengurangi dampak bencana.
ISBN : 979-24-1302-2
Edisi Pertama 2005 oleh Yayasan IDEP
Edisi Kedua 2007 oleh Yayasan IDEP
PO BOX 160 Ubud, 80571, Bali, Indonesia
w w w. i d e p f o u n d a t i o n . o r g / p b bm
© Yayasan IDEP
IDEP mempersilahkan kepada lembaga atau perorangan yang bermaksud menggandakan buku
ini untuk kepentingan berbagai kegiatan penanggulangan bencana yang non-komersial tanpa
mengubah isi buku. Untuk alasan lain, silahkan mengajukan ijin tertulis kepada Yayasan IDEP.
Dikembangkan dengan dukungan dari
BAKORNAS PB, MPBI, UNESCO, USAID, ISDR, IFRC, PMI, OXFAM GB
dan Masyarakat Indonesia.
Tsunami
TSUNAMI !
Sebuah cerita tentang masyarakat yang tidak
mempunyai rencana saat menghadapi
bencana tsunami...
Untuk keterangan lebih lanjut bisa lihat Buku Panduan
Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM)
Masyarakat yang menghadapi bencana adalah yang menjadi korban dan yang
harus menghadapi kondisi akibat bencana. Oleh karena itu, masyarakat
perlu membuat perencanaan untuk persiapan dalam pencegahan bencana.
Dengan bantuan Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis
Masyarakat (PBBM) ini, seluruh anggota masyarakat bisa bekerja sama
untuk membuat perencanaan yang tepat dan bermanfaat.
1
Tsunami 2
Pada suatu hari di Gampong Pie, pak Keuchiek yang asli
Simeulue sedang membereskan perahu motornya
Tiba-tiba !!!
Gempa !!!
Gempa !!!
Ya Tuhan!
anak dan
istriku!
Sesampainya di rumah
Bapak..!!
Oh...untunglah kalian selamat,
ayo kita lari ke bukit...
tidak usah bawa barang!
Ayo lari ke bukit !!!
Dalam perjalanan pulang...
Teringat akan pesan orang tuanya untuk lari mencari ketinggian
Tsunami 3
Sementara itu bang Dien sahabat pak
Keuchiek yang tinggal di pantai...
Hei...lihat! air laut surut
Wah, dapat banyak
ikan nih...
Namun tak lama kemudian... Lihat! ada
gelombang
datang
Lari!!
Tolong...
Tangkap
tangan saya
Bang Dien!!
Tsunami
Dari atas bukit, di desa Dayah Baro...
Dan di muara sungai...
Kita harus segera
laporkan kejadian
ini ke pak lurah...
4
Tsunami
KANTOR KEPALA DESA
DAYAH BARO
Kec. Lhoong, Kab. Aceh Besar, NAD
Mari kita bantu Kemudian...
saudara kita
di Gampong Pie
Di Gampong Pie, saat tsunami telah reda...
Ya Tuhan..Bang Dien!
Pak Kades...
5
Tsunami
Warga masyarakat, TNI dan sukarelawan bergotong royong, mengangkut,
menguburkan dan mendoakan jenasah.
Mengumpulkan benda-benda yang masih bisa dipakai...
Serta memberikan sumbangan....
Terima kasih
6
Tsunami
Terima kasih
Untuk sementara
Bang Dien tinggal dengan
kami saja disini
Maka warga Gampong Pie untuk
sementara pindah ke kaki bukit
Setelah itu....
TEMPAT PENDAFT
KELOMPOK PENGGULA
BENCANA DESA DAY
“Tsunami sangat jarang terjadi,
tapi lebih baik kita bersiap untuk
menyelamatkan diri dan membantu
orang lain”
Mari bersama
kita bentuk kelompok
penanggulangan bencana
ALAI PERTEMUAN
AYAH BARO
7
Tsunami
8
Tsunami 9
Untuk keterangan lebih lanjut bisa lihat Buku Panduan Umum Penanggulangan
Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM) atau : www.idepfoundation.org/pbbm
• Mengurangi Kemungkinan/Dampak
Dalam upaya mengurangi dampak
bencana di suatu wilayah, tindakan
pencegahan perlu dilakukan oleh
masyarakatnya. Pada saat bencana
terjadi, korban jiwa dan kerusakan
yang timbul umumnya disebabkan
oleh kurangnya persiapan dan
sistem peringatan dini. Persiapan
yang baik akan bisa membantu
masyarakat untuk melakukan
tindakan yang tepat guna dan
tepat waktu.
Bencana bisa menyebabkan
kerusakan fasilitas umum, harta
benda dan korban jiwa. Dengan
mengetahui cara pencegahannya
masyarakat bisa mengurangi
resiko ini.
• Menjalin Kerjasama
Penanggulangan bencana hendaknya menjadi tanggung
jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah serta pihakpihak
terkait. Kerjasama ini sangat penting untuk memperlancar proses
penanggulangan bencana.
Persiapan penanganan bencana oleh masyarakat bisa...
Tsunami
Penyebab
Tsunami adalah gelombang besar yang
diakibatkan oleh pergeseran bumi di dasar laut.
Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang yang
berarti “gelombang pelabuhan” karena bencana
ini hanya terjadi di wilayah pesisir.
Kapan tsunami terjadi?
Tsunami bisa terjadi kapan saja, pada saat musim hujan
ataupun musim kemarau baik siang maupun malam hari. Tanda
peringatan akan terjadinya bencana tsunami bisa dilihat di bawah ini.
Dampak
Banjir dan gelombang pasang yang tinggi
Kerusakan pada sarana dan prasarana di sekitar kawasan pesisir
Pencemaran sumber-sumber air bersih
Tindakan kesiapsiagaan
Mengenali gejala yang mungkin terjadi
Biasanya diawali gempa bumi yang sangat kuat, biasanya lebih dari 6
skala richter, berlokasi di bawah laut. Anda dapat merasakan gempa
tersebut jika berada di yang dekat dengan pusat gempa. Namun
tsunami bisa tetap terjadi meskipun Anda tidak merasakan goncangan
Bila Anda menyaksikan permukaan laut turun secara tiba-tiba,
waspadalah karena itu tanda gelombang raksasa akan datang
(merupakan tanda peringatan datangnya tsunami)
Hembusan angin berbau air laut yang keras






10
TSUNAMI
Tsunami 11
Tsunami adalah rangkaian gelombang. Bukan gelombang pertama
yang besar dan mengancam, tetapi beberapa saat setelah gelombang
pertama akan menyusul gelombang yang jauh lebih besar
Bila Anda melihat laut menjadi berwarna gelap atau mendengar suara
gemuruh lebih keras dari biasanya, itu dapat berarti gelombang tsunami
sedang mendekat
Saat mengetahui ada gejala akan terjadi tsunami, segera sampaikan pada
semua orang, khususnya aparat pemerintah setempat sehingga mereka dapat
memberikan tanda peringatan untuk mengungsi. Segera lakukan pengungsian,
karena tsunami bisa terjadi dengan cepat hingga waktu untuk mengungsi
sangat terbatas. Mengungsi ke daerah yang tinggi dan sejauh mungkin dari
pantai, mengikuti tanda evakuasi, melalui jalur evakuasi ke tempat evakuasi.
Ikuti perkembangan terjadinya bencana melalui media atau sumber yang bisa
dipercaya.


Bila ada tsunami
jangan panik ! Kita bisa
selamat kalau siap.
Tsunami
Mengurangi dampak dari tsunami
Hindari bertempat tinggal di daerah tepi pantai yang landai
kurang dari 10 meter dari permukaan laut. Berdasarkan
penelitian, daerah ini merupakan daerah yang
mengalami kerusakan terparah akibat bencana
Tsunami, badai dan angin ribut
Disarankan untuk menanam tanaman yang
mampu menahan gelombang seperti
bakau, palem, ketapang, waru, beringin atau
jenis lainnya
Ikuti tata guna lahan yang telah ditetapkan
oleh pemerintah setempat
Buat bangunan bertingkat dengan ruang
aman di bagian atas
Bagian dinding yang lebar usahakan tidak sejajar
dengan garis pantai
Tindakan saat tsunami berlangsung
Prinsip-prinsip sebagai cara untuk menyelamatkan diri
Bila sedang berada di pantai atau dekat laut dan merasakan bumi bergetar,
segera berlari ke tempat yang tinggi dan jauh dari pantai. Naik ke lantai
yang lebih tinggi, atap rumah atau memanjat pohon. Tidak perlu menunggu
peringatan Tsunami
Tsunami dapat muncul melalui sungai dekat laut, jadi jangan berada di
sekitarnya
Selamatkan diri anda, bukan barang anda
Jangan hiraukan kerusakan di sekitar, teruslah berlari
Jika terseret tsunami, carilah benda terapung yang dapat digunakan
sebagai rakit





1.
2.
3.
4.
5.
12
Tsunami
13
Saling tolong-menolong, ajaklah tetangga tinggal di rumah anda, bila rumah
Anda selamat! Utamakan anak-anak, wanita hamil, orang jompo, dan orang
cacat
Selamatkan diri melalui jalur evakuasi tsunami ke tempat evakuasi yang
sudah disepakati bersama
Tetaplah bertahan di daerah ketinggian sampai ada pemberitahuan resmi
dari pihak berwajib tentang keadaan aman
Jika anda berpegangan pada pohon saat gelombang tsunami berlangsung
jangan membelakangi arah laut supaya terhindar dari benturan benda
benda yang dibawa oleh gelombang. Anda dapat membalikan badan saat
gelombang berbalik arah kembali ke laut
Tetap berpegangan kuat hingga gelombang benar-benar reda
6.
7.
8.
9.
10.
Tsunami 14
Tindakan setelah tsunami berlalu
Hindari instalasi listrik bertegangan tinggi dan laporkan jika menemukan
kerusakan kepada PLN
Hindari memasuki wilayah kerusakan kecuali setelah dinyatakan aman
Jauhi reruntuhan bangunan
Laporkan diri ke lembaga pemerintah, lembaga adat atau lembaga
keagamaan!
Upayakan penampungan sendiri kalau memungkinkan. Ajaklah sesama
warga untuk melakukan kegiatan yang positif. Misalnya mengubur
jenazah, mengumpulkan benda-benda yang dapat
digunakan kembali, sembahyang bersama, dan
lain sebagainya. Tindakan ini akan dapat
menolong kita untuk segera bangkit, dan
membangun kembali kehidupan
Bila diperlukan, carilah bantuan
dan bekerja sama dengan sesama
serta lembaga pemerintah, adat,
keagaamaan atau lembaga
swadaya masyarakat
Ceritakan tentang bencana ini
kepada keluarga, anak, dan
teman Anda untuk memberikan
pengetahuan yang jelas dan
tepat. Ceritakan juga apa yang
harus dilakukan bila ada tandatanda
tsunami akan datang







Tsunami 15
Tsunami 126
Tentang Panduan Umum Penanggulangan
Bencana Berbasis Masyarakat
Dengan membaca buku itu, berarti tindakan awal dalam
usaha Penanggulangan Bencana bisa dilakukan.
Dalam buku panduan itu, usaha Penanggulangan
Bencana adalah atas kemampuan masyarakat
sendiri atau bekerjasama dengan instansi terkait
dalam persiapan untuk mencegah, menangani dan
memulihkan keadaan setelah bencana.
Letak geografis dan kondisi geologis menyebabkan
Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat
berpotensi sekaligus rawan bencana seperti gempa bumi,
tsunami, banjir, tanah longsor, badai dan letusan gunung berapi.
Secara umum, di Indonesia terdapat peristiwa bencana yang terjadi
berulang kali setiap tahun.
Di samping itu, jumlah penduduk yang demikian besar telah pula mengakibatkan
bencana yang disebabkan oleh ulah manusia, seperti kebakaran, kebakaran
hutan, pencemaran, kerusakan lingkungan dan sebagainya. (BAKORNAS PB)
‘Bencana Bisa Terjadi Kapan Saja,
Dimana Saja Dan Bisa Menimpa
Siapa Saja…’
Pada akhirnya, bencana tersebut
menimbulkan kerusakan dan
kerugian material bahkan korban
jiwa, serta mengakibatkan terjadinya
pengungsian besar-besaran dan
terganggunya kehidupan sosial
ekonomi masyarakat (BAKORNAS PB). Untuk itulah
diperlukan kesiapsiagaan agar bisa mencegah dan
mengurangi kemungkinan bencana.
Tsunami
Dalam setiap kejadian bencana di Indonesia ada beberapa pihak yang
bekerja sama dalam melakukan usaha-usaha penanganannya. Adalah hak
masyarakat untuk menghubungi instansi terkait ini karena keberadaan pihakpihak
ini adalah untuk mendampingi masyarakat dalam usaha penanggulangan
bencana. Hubungan dengan pihak-pihak ini sebaiknya dijalin dalam tahap
sebelum bencana, saat bencana dan setelah bencana. Untuk memperkuat
kesiapsiagaan, masyarakat bisa mendapatkan pelatihan dan bantuan dari
instansi/organisasi dibawah ini :
Pihak-pihak terkait dalam Penanggulangan Bencana
Dinas Sosial
Adalah instansi Pemerintah yang menangani
bidang kesejahteraan dalam membantu
masyakakat yang dilanda bencana.
Tentara Nasional Indonesia (TNI)
Bisa memberi pelatihan kepada masyarakat
untuk meningkatkan kemampuan dalam
bidang operasi di lapangan.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)
Adalah instansi Pemerintah yang memberi
informasi tentang perkembangan cuaca,
gempa bumi dan kegiatan gunung berapi.
Search and Rescue (SAR)
Adalah lembaga yang bertugas dalam
hal melakukan pencarian, pertolongan
dan penyelamatan terhadap orang yang
mengalami musibah atau diperkirakan hilang
dalam suatu bencana.
Rumah Sakit (Unit Gawat Darurat)
Adalah instansi pemerintah maupun swasta
yang memiliki kapasitas/kewenangan
dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat
luas. Dalam hal penanganan bencana,
rumah sakit melakukan penanganan
korban bencana baik dalam penanganan
penderita gawat darurat maupun tindakantindakan
perawatan korban bencana secara
berkelanjutan.
Puskesmas (Pusat Kesehatan
Masyarakat)
Adalah instansi pemerintah yang memiliki
tugas untuk memberikan pelayanan
kesehatan di tingkat lapisan masyarakat
terkecil, dan instansi ini memiliki kemampuan
untuk melakukan tindakan-tindakan
penanganan penderita gawat darurat
sebelum dilakukan evakuasi selanjutnya ke
rumah sakit.
Polisi Daerah
Adalah instansi pemerintah yang memiliki
kewenangan dalam hal keamanan dan
ketertiban masyarakat sekaligus memiliki
fungsi sebagai pihak yang melakukan
tindakan-tindakan yang bersifat darurat
dalam penanganan bencana di masyarakat.
Instansi kepolisian biasanya ada di setiap
tingkatan masyarakat hingga yang terkecil.
Hansip / Linmas
adalah kelompok masyarakat yang
ditugaskan untuk membantu tugas
kepolisian dalam melakukan pengamanan
wilayah domisili tugas mereka. Kelompok
ini terdiri dari anggota-anggota masyarakat
terpilih dan dipercayai untuk melakukan
pengawasan terhadap keamanan dan
ketertiban wilayah.
Palang Merah Indonesia (PMI)
Adalah lembaga yang bertugas untuk
membantu masyarakat dalam meringankan
penderitaan masyarakat yang dilanda
bencana.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
LSM lokal bisa bekerja sama dengan
masyarakat dalam menanggulangi bencana
dan membantu masyarakat untuk membina
hubungan ke luar.
Media Massa
Media Massa Cetak maupun Elektronik
(televisi dan radio) bisa menyebarkan berita
tentang bencana dan bisa membantu untuk
mencari bantuan.
Kelompok Masyarakat
Penanggulangan Bencana (KMPB)
Terdiri atas anggota-anggota masyarakat
yang pembentukannya adalah hasil dari
keputusan masyarakat bersama. Lihat
PBBM untuk keterangan lebih lanjut.
Tsunami
TSUNAMI
KISAH TENTANG KEMANDIRIAN MASYARAKAT
SAAT MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI
w w w . i d e p f o u n d a t i o n . o r g / p b b m
ISBN : 979-24-1302-2
Paket ini di kembangkan dengan dukungan dari
International Federation
of Red Cross and Red Crescent Societies
Palang
Merah
Indonesia

Rabu, 06 Oktober 2010

Jadwal kuliah kelas 3i fkip geografi univ pgri palembang

Selasa:statistik
rabu:mangemen,bejalar pembelajaran
kamis:t.i.k, geomorfologi indonesia,
jumat:geomorfologi indonesia.
Sabtu:ppkn